Wednesday, May 13, 2015

Grammar Correction Service (Jasa Koreksi Grammar)


Grammar Correction Service  
(Jasa Koreksi Grammar)

 
Bahasa Inggris kini telah menjadi bagian dari hidup kita. Bahasa Inggris, yang dianggap sebagai "Bahasa Universal" dewasa ini, sudah menjamah hampir seluruh aspek dalam kehidupan kita. Hasilnya, kita dihadapkan dengan bahasa Inggris setiap harinya dalam berbagai hal dan kebutuhan, mulai dari teknologi, media, dan komunikasi hingga tuntutan akademi dan pengembangan diri. Namun, semua itu tidak menjamin bahwa bahasa Inggris yang digunakan dalam media dan lainnya benar, meningat banyak sekali ditemukan kesalahan tata bahasa bahkan pada bahan ajar sekolah sekalipun. 



Ada dua penyebab utama yang menyebabkan hal ini bisa terjadi, yaitu 1) luputnya dari kegiatan koreksi atau editing dan 2) kurang cakapnya pengoreksi atau penulis atau penerjemah dalam bidang tersebut. Akan tetapi, berdasarkan hasil pengamatan pribadi, kesalahan tata bahasa (grammatical errors) tersebut lebih banyak, bahkan hampir semua, disebabkan oleh faktor kedua. Hal ini bisa dimaklumi karena grammar bukanlah bidang keahlian (field of expertise) semua orang, termasuk penerjemah.  



Lalu apa konsekuensi dari timbulnya grammatical errors ini? Mari kita menengok kasus beberapa tahun silam Visit Indonesia 2008, yang mengusung slogan Celebrating 100 Years of Nation's Awakening. Slogan ini menuai kecaman dari sebagian kalangan sebab penggunaan kata nation tidak tepat karena mengakibatkan makna yang dihasilkan bergeser dari makna semestinya. Makna yang diinginkan semula ialah Kebangkitan Nasional (National Awakening), tetapi dengan Nation's Awakening, yang terjadi adalah kebangkitan (seluruh) bangsa (baca: rakyat) Indonesia dari tidur secara harfiah. Dan ini jelas sudah melenceng jauh dari harapan 
BACA: Kasus Visit Indonesia 2008 di sini. 
Trailer Visit Indonesia 2008  
Selain kasus ini, sebenarnya telah terjadi hal serupa beberapa tahun sebelumnya dengan slogan pariwisata tahun 1991, "Let's Go Indonesia". Slogan ini jika diterjemahkan berbunyi "Ayo, Indonesia!". Padahal arti seharusnya adalah "Mari kunjungi Indonesia". Penyebab dari perubahan makna yang demikian lebar ini sangat sepele, yaitu absennya preposisi (kata depan) to setelah kata go.  



Dua kasus di atas dapat menggambarkan dampak yang ditimbulkan dari kesalahan grammar dalam tulisan meskipun tidak semua kekeliruan mempunyai derajat kefatalan yang sedemikian besar. Tapi bagaimana pun itu, grammatical errors tetap perlu diwaspadai dan diperhatikan dalam hubungannya dengan kejelasan, keterbacaan, dan ketaatasaan tulisan dengan kaidah bahasanya. Dan bahkan, lebih jauh lagi, keindahan dan kehalusannya. Sehingga tulisan yang dihasilkan tidak menimbulkan kebingungan bagi pembaca atau mengungkapkan makna yang berbeda.  



Slogan pariwisata tadi hanyalah sebagian kecil dari contoh kesalahan gramatikal yang saya temukan tatkala membaca bacaan berbahasa Inggris. Masih banyak contoh lain yang dapat saya bagikan di sini, mulai dari abstrak skripsi, motivation letter (untuk keperluan studi ke luar negeri), website perusahaan, LKS sekolah, judul seminar, buku bacaan, hingga brosur hotel seperti di bawah ini.


Tentu, kekeliruan-kekeliruan tata bahasa seperti di atas sebaiknya dihindari agar maksud tersampaikan dengan baik sembari menjaga image perusahaan, organisasi, atau institusi dengan penggunaan bahasa yang baik dan benar. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini, saya menawarkan jasa pengoreksian grammar yang dapat membantu perusahaan, organisasi, institusi, instansi, ataupun pribadi untuk mencapai tujuan tersebut. Adapun jasa ini meliputi koreksi untuk: 


Grammatical structures (phrases, word order, etc.)  
Unit Layanan Bahasa Inggris  
Correct: English Service Unit 
Incorrect: Service English Unit 

Tenses (active voice, passive voice, nominal sentences, etc.)

Sampai mereka diterima oleh konsumen akhir   
Correct: until they received by the end customers 
Incorrect: until they are received by the end customers

Clauses and reduction (adjective, adverbial, noun clauses)  

PT. Astra Export Company yang memperoleh dukungan penuh dari 
Correct: PT. Astra Export Company which got full support from 
Incorrect: PT. Astra Export Company whom got fully support from 

Punctuation (tanda baca) 

membuat baju Iron Man dan melakukan banyak ... 
Correct: creating Iron Man suits and doing a lot of ... 
Incorrect: creating Iron Man suits, and doing a lot of ...

Grammatical and lexical collocations (preposisi dan kata) 

Bagaimana dengan Finding Dory?
Correct: How about going for Finding Dory?  
Incorrect: How about going to Finding Dory?

Saya selalu mendapatkan nilai jelek saat matematika. 

Correct: I always get bad grades in math. 
Incorrect: I always get bad score in math.

Naturalization (penghalusan atau pewajaran)  

Berdasarkan hubungan dari sumur produksi dengan zona anomali amplitudo tinggi, ... sumur pengeboran ...
Correct: Based on the correlation of the production well with the zones with high-amplitude anomaly, ... artesian well ...
Incorrect: Based on correlation of production well with the zone of anomaly high amplitude, ... areas for drilling ...
Biaya:
abstrak skripsi      : 30rb/ hlmn
jurnal internasional  : 50rb/ hlmn
motivation letter       : 50rb/ hlmn
reference letter      : 50rb/ hlmn
study plan      : 50rb/ hlmn
website perusahaan : 30rb/ hlmn
brosur (hotel, dsb)    : 30rb/ hlmn
buku (sekolah, LKS, dsb): 20rb/ hlmn
judul (seminar, dsb) : 100rb/ judul
slogan, tagline, motto: 100rb/ item
dll.          : 10-50rb/ hlmn (tergantung jenis teks dan tingkat kesulitan) 

Format naskah jadi:  
Ukuran kertas   : A4
Margin              : 2,5 cm (semua sisi)
Huruf                : Arial
Ukuran huruf    : 12 pt
Kontak:   
1. TELP/WA: 089.8585.0064
2. Email: ngabdul.khalim.edu@gmail.com 
Testimoni:
jurnal internasional MDPI

skripsi program internasional UI


Last update: 12 Juli 2018

Thursday, May 7, 2015

'New Bradley Cooper' Appears on American Sniper!


Have you already seen 'American Sniper'? If not yet, be ready for being given a turn by Bradley Cooper's catalysmic look in there!

Without seeing the movie poster, no one will notice the actor playing Chris Kyle at his once-over in the Clint Eastwood-directed film. The biograpical war drama film centers around the life history of a U.S. Navy SEAL sniper Chris Kyle, who, according to the book ‘American Sniper: The Autobiography of the Most Lethal Sniper in U.S. Military History’, turns into the deadliest marksman in U.S. military history with officially confirmed 160 out of 225 kills in four tours in Iraq. 


American sniper Chris Kyle

Bradley Cooper was casted to depict the personage in great detail, including in the personal appearance. As we know, it's a very usual thing in filming. And for sure, it does not matter to best-known Hollywood to make a marked change of someone for role.

Like any other professional actors and actresses of Hollywood or elsewhere, Bradley Cooper had to undergo a change in order to look the same as the one he would portray. Since an army is identical to burly muscled body and Chris Kyle was, he was to gain 40 pounds to prepare for sniper Chris Kyle role. To have it, the 40-years-old told fitness magazine Men’s Health that he, under the guidance of trainer Jason Walsh, did workouts and the consuming of a whopping force-fed 6,000 calories a day. “If it's pizza and cake, that's one thing. Putting 6,000 calories a day in your body gets old quick,” Cooper said. 

After taking those with the help of Plazma intake, Cooper got to bulk up his body and we can see his total physical transformation on chest, arms, neck, and even face. Accordingly, the newly beefy, bearded Bradley was almost unrecognizable.  




The close looks of buffed-up Bradley Cooper, leaving Tom Ford store in Beverly Hills


Bradley Cooper before and after American Sniper

The Oscar-nominated actor put forth an all-out effort for late Navy SEAL Chris Kyle on the ground that he would like to show some respect to him. Bradley’s friend and co-star in the film, Eric Close, told E! News, “He put on like 40 pounds. He’s really been working hard. He looks great. He’s really taken on this character. He really takes this story personally and wants to do an honorable job for Chris’ memory and for his family.”   


Facial comparison between Chris Kyle and Bradley Cooper

However, because of the acting for the real-life adaptation film being over and the next play to The Elephant Man, Cooper needs to come back to normal at his regular 185 lbs. But he felt merry while playing the figure and enjoyed the temporary body change. "I knew this was going to be the way in to playing Chris, and it felt amazing. It’s also nice to know it’s possible to do it naturally, in that amount of time," said Cooper to Men’s Health.

Compared to the other films in which Cooper has played, e.g. American Hustle, Guardians of the Galaxy, Silver Linings Playbook, Limitless, etc., It has been said that American Sniper shows off the most remarkable change of him. 

In addition to the 2014 Chris Kyle-inspired drama film, Bradley Cooper played with Sienna Miller as his wife Taya as well as with Luke Grimes, Kyle Gallner, Sam Jaeger, Jake McDorman, and Cory Hardrict in supporting roles.

American Sniper on its worldwide debut release only from January 16 through 19 earned an enormous amount of $110 million. As of May 3, 2015, it grossed $542,2 million against a $58 million budget, making it the highest-grossing war film of all time (breaking Private Saving Ryan's record). Besides, it has accepted and won various awards and nominations, including for Best Picture, Best Actor, Best Director, and Best Sound Mixing.


American Sniper film poster


American Sniper's official trailer