Sabah conflict complicates matters for Najib, says report
Konflik Sabah memperumit tugas Najib, kabarnya
The conflict in Sabah between the followers of the Sultanate of Sulu and Malaysian forces may affect the popularity of Prime Minister Najib Abdul Razak and the upcoming general election in Malaysia, Bank of America Merrill Lynch (BofAML) said. Konflik di Sabah antara pengikut Kesultanan Sulu dan tentara Malaysia bisa mempengaruhi popularitas PM Najib Abdul Razak dan pemilu mendatang di Malaysia, kata Bank America Merrill Lynch (BofAML). In its latest research note, dated March 7, BofAML said surveys conducted in January to February showed that Najib's popularity dropped, driven by a decline in sentiment of Malay voters, while "dissatisfaction" with BN and the government rose. Berdasarkan hasil penyelidikan terakhir, tanggal 7 Maret, BofAML mengatakan, survei yang dilakukan selama Januari hingga Februari menunjukkan bahwa popularitas Najib telah jatuh, disebabkan oleh menurunnya sentimen para pemilih di Malaysia serta meningkatnya ketidakpuasan terhadap BN (partai Barisan Nasional) dan pemerintah. "The ongoing Sabah (Lahad Datu) insurgency may also be complicating matters for PM Najib. Sabah is one of the strongholds of BN. Sabah and Sarawak contributed one-third of BN's parliamentary seats in the 12th general elections," the bank said.[…] Pemberontakan Sabah (Lahad Datu) yang masih berlanjut dapat pula memperumit tugas PM Najib. Sabah adalah salah satu kubu BN. Sabah dan Serawak telah menyumbang sepertiga kursi parlemen BN pada pemilu kedua belas. (http://www.barubian.net)
Terjemahan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Translation 2, jurusan Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemahan, Universitas Terbuka.
Corruption has dilapidated the justice and civil service sectors in Indonesia for a very long time. It appears to have been deep-rooted within the two vital sectors. The condition makes a flood of people wish for immediate governmental efforts on settling the serious issue, for they are most unlikely to go away from both sectors in order to meet their particular needs. Then, why does the corruption in Indonesia feel so hard to be erased? Substantively, there are several primary causes of the prolonging corruption.
The first to mention is that it is told to become such a tradition as it has happened since the very first time of the country’s establishment. So to erradicate it mostly or completely is not an easy task. Besides, the fact that most corruptions are committed in congregation also complicates the erradication process inasmuch as those involved in the cases will attempt to cover them together. Moreover, if they come from relatives or practice nepotism, the condition will turn much more complicated. The high cost of political campaigns causes corruption practices around Indonesia as well. The tradition of “money politics” is still preserved in some places until now. Then, less interest of people in politics that results in their less attention to political issues and government officials is another cause for the officials to commit corruption on duty.
To sum up, some major causes drive the corruption in Indonesia to remain growing. The government, as demanded by people, must take initiatives in form of severe punishment and hefty fines to end corruption practices across the nation. Thus, the money they have stolen from people can be returned and used to improve the quality of education, health, and well-being.
Esai pendek ini ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Writing 4, jurusan Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemahan, Universitas Terbuka.
Expressions of Greeting and Leave Taking and the Exercises - To speak English more easily, we need to study its common expressions. And among the most common are the expressions of greeting and leaving taking (or parting or farewell), which, in schools, have widely been taught to students, especially of junior high schools. So it is suggested that we comprehend the useful-for-conversation expressions along with the in-context usage, both informal and formal. By doing so, we can communicate in appropriate ways with family at home, friends in school, officers at work, and even strangers in the streets. And here are the expressions and exercises that you may use for an individual or classroom study material.
If you wish to get the file, simply click the icon below to download it directly.
NOTE:
The file will be downloaded in .docx format and with a better view, for Google Docs cannot show some icons and arragemenets properly.
Hai "Maher Zainers"... Ada kabar gembira buat kalian! :D
Album ketiga Maher Zain yang beberapa waktu lalu dirilis (ONE) kini bisa kita nikmati bersama secara gratis. Sebagai tambahan informasi buat kalian yang belum tau, album ini diluncurkan pada tanggal 6 Juni 2016 kemarin dan mencakup 14 lagu baru, baik solo maupun duet, and 1 lagu arasemen. Mau tahu apa aja lagunya? Berikut daftar lagu keseluruhan yang terkemas dalam CD offisialnya.
The Power (feat. Amakhono We Sintu) (baru)
Medina (baru)
Peace Be Upon You (baru)
Good Day (feat. Issam Kamal) (baru)
By My Side (baru)
Jannah (English Version) (baru)
I'm Alive (baru)
Allah Ya Moulana (baru)
Rabbee Yebarik (English Version) (baru)
True Love (baru)
Let It Go (baru)
The Way of Love (baru)
Close to You (baru)
One Day (arasemen)
Ummati (English Version) (baru)
Baiklah, tanpa perlu berpanjang lebar lagi, langsung saja download full albumnya di sini dalam bentuk zip, dan dengarkan "the finest music of the year" dari Maher Zain tahun ini.
DISCLAIMER:
Jangan lupa membeli CD originalnya kalau ada cukup dana! :D
Universitas Terbuka, yang sering disingkat dengan UT, merupakan PTN ke-45 di Indonesia. Universitas ini diresmikan pertama kalinya oleh Presiden Soeharto pada tanggal 4 September 1984 (Keppres RI Nomor 41 Tahun 1984). Pada tahun 2015, UT telah memiliki 4 fakultas (FKIP, FEKON, FISIP, dan FMIPA) dengan 34 program studi yang meliputi: diploma, sarjana, dan magister. Dan untuk memperluas jangkauannya, 39 UPBJJ didirikan baik di dalam maupun luar negeri.
Tips Mendapatkan IP Cum Laude Setiap Semester di Universitas Terbuka (UT) – Kuliah di Universitas Terbuka memang menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Alasannya adalah saya (dan juga mahasiswa UT lainnya) dituntut untuk pandai dalam membagi waktu: kapan kerja dan kapan belajar. Sehingga di sini manajemen waktu merupakan hal krusial dalam keberhasilan studi di UT. Meski banyak yang mengatakan bahwa kuliah di UT itu susah – susah untuk mendapatkan IPK bagus – saya yakin, dengan perencanaan yang baik dan usaha yang maksimal, hasil yang memuaskan bisa diperoleh, mematahkan pemeo yang selama ini ada tentang UT: "Masuk gampang, keluar susah!". Dan alhamdulillah... berkat usaha disertai do'a yang sungguh-sungguh dengan merealisasikan rencana yang telah saya rancang sebelumnya, akhirnya saya memperoleh hasil yang tidak mengecewakan selama tiga semester terakhir. Dari 18 mata kuliah yang telah saya tempuh, hanya ada dua grade B dan sisanya adalah A. Dan dari sinilah, banyak permintaan pertemanan dari social media (Facebook, WA, BBM, dll.) yang datang dari mahasiswa UT yang lain yang intinya menginginkan saya untuk membagikan tips bagaimana cara memperoleh IPK tersebut. Tak hanya itu, saya pula diundang oleh UPBJJ-UT Semarang untuk memberikan testimoni dengan topik yang sama pada saat Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) 2016.1 pada tanggal 20 dan 21 Februari 2016 kemarin. Berpijak pada itu semua, pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan strategi belajar serta kiat-kiat khusus guna memperoleh IPK bagus selama kuliah di UT. Strategi maupun kiat-kiat tersebut tak lain berangkat dari ikhtiar saya pribadi ketika belajar. Dan semoga dengan ini, banyak dari teman-teman UT termotivasi untuk belajar dan mendapatkan nilai seperti yang diharapkan. Berikut saya urai selengkapnya lewat power point yang saya presentasikan tatkala OSMB.
Jika ada yang ingin tanya-tanya seputar nilai, silakan menghubungi saya melalui kontak yang tersemat dalam kartu nama pada slide, dan jika ada yang berminat untuk mendownload power point di atas, silakan klik di sini. :D
ALT+TAB: beralih diantara program-program yang terbuka
ALT+F4: menutup program
SHIFT+DELETE: menghapus item secara permanen
Logo Windows+L: mengunci komputer (tanpa menggunakan CTRL+ALT+DELETE)
PROGRAM
CTRL+C: Copy
CTRL+X: Cut
CTRL+V: Paste
CTRL+Z: Undo
CTRL+B: Bold
CTRL+U: Underline
CTRL+I: Italic
FILE
SHIFT+klik kanan: menampilkan menu pintas yang berisi perintah-perintah alternatif (alternative commands)
SHIFT+klik dobel: menjalankan perintah baku pengganti (item kedua pada menu yang tersedia)
ALT+klik dobel: menampilkan rincian (properties)
SHIFT+DELETE: menghapus item tanpa masuk ke Recycle Bin
PERINTAH KEYBOARD
F1: menulai Windows Help
F10: mengaktifkan pilihan baris menu (menu bar)
SHIFT+F10: membuka menu pintas dari item terpilih (sama dengan mengklik-kanan objek)
CTRL+ESC: membuka menu Start (menggunakan tombol panah (ARROW) untuk memilih item)
CTRL+ESC or ESC: memilih tombol Start (tekan TAB memilih taskbar, atau tekan SHIFT+F10 untuk menu konteks (context menu))
CTRL+SHIFT+ESC: membuka Windows Task Manager
ALT+panah turun: membuka kotak daftar turun-bawah (drop-down list box)
ALT+TAB: beralih ke program lain yang berjalan (tahan tombol ALT, lalu tekan tombol TAB untuk melihat window penghubung tugas (task-switching window))
SHIFT: tekan dan tahan SHIFT ketika memasukkan CD-ROM melewati fitur otomatis
ALT+SPACE: menampilkan jendela utama menu System (dari menu System, kita dapat melakukan perintah: restore, move, resize, minimize, maximize, atau close jendela)
ALT+- (ALT+hyphen): menampilkan Multiple Document Interface (MDI) menu System jendela anak [child window] (dari menu System jendela anak MDI, kita dapat melakukan: restore, move, resize, minimize, maximize, atau close jendela anak)
CTRL+TAB: menghubungkan ke jendela anak selanjutnya dari program MDI
ALT+huruf miring pada menu: membuka menu
ALT+F4: menutup jendela saat ini
CTRL+F4: menutup jendela MDI saat ini
ALT+F6: menghubungkan antara jendela-jendela pada program yang sama (contoh: ketika kotak dialog Notepad Find ditampilkan, ALT+F6 menghubungkan kotak dialog Find dengan jendela Notepad utama)
FILE DAN FOLDER
Untuk file terpilih:
F2: Menamai ulang file
F3: Menemukan seluruh file
CTRL+X: Cut
CTRL+C: Copy
CTRL+V: Paste
SHIFT+DELETE: menghapus pilihan, tanpa memasukkannya ke Recycle Bin
ALT+ENTER: membuka rincian (properties) file/ folder terpilih
Menyalin file
Tekan dan tahan tombol CTRL ketika kita menarik file ke sebuah folder.
Membuat pintasan
Tekan dan tahan tombol CTRL+SHIFT ketika kita menarik file ke sebuah folder atau dekstop.
FOLDER DAN PINTASAN
F4: memilih kotak Go To A Different Folder dan memindahkan entri tersebut ke dalam kotak (jika toolbar aktif Windows Explorer)
F5: menyegarkan jendela saat ini.
F6: memindahkan jendela-jendela di Windows Explorer
CTRL+G: membuka tool Go To Folder (hanya pada Windows Explorer Windows 95)
CTRL+Z: membatalkan perintah terakhir
CTRL+A: memilih semua item pada jendela saat ini
BACKSPACE: beralih ke folder induk (parent folder)
SHIFT+klik+ tombol Close: untuk folder, menutup folder saat ini dan semua folder induk
WINDOWS EXPLORER
Keypad numerik *: membuka segala sesuatu dibawah pilihan saat ini
Keypad numerik +: membuka pilihan saat ini
Keypad numerik -: melipat pilihan saat ini
Panah kanan: membuka pilihan saat ini jika tidak terbuka, atau ke pergi ke anak pertama
Panah kiri: melipat pilihan saat ini jika terbuka, atau ke pergi ke induk
Tekan SHIFT lima kali: menjadikan StickyKeys on dan off
Tekan dan tahan tombol SHIFT kanan selama delapan detik: menjadikan FilterKeys on dan off
Tekan dan tahan tombol NUM LOCK selama lima detik: menjadikan ToggleKeys on dan off
ALT kiri+SHIFT kiri+NUM LOCK: menjadikan MouseKeys on dan off
ALT kiri+SHIFT kiri+PRINT SCREEN: menjadikan high contrast on dan off
TOMBOL MICROSOFT
Logo Windows: menu Start
Logo Windows+R: kotak dialog Run
Logo Windows +M: memperkecil semua
SHIFT+Windows+M: membatalkan pengecilan
Logo Windows+F1: Help
Logo Windows+E: Windows Explorer
Logo Windows+F: menemukan file atau folder
Logo Windows+D: memperkecil semua jendela yang terbuka dan menampilkan layar
CTRL+Logo Windows+F: menemukan komputer
CTRL+Logo Windows+TAB: memindahkan fokus dari Start, ke toolbar Quick Launch, ke system tray (gunakan panah kanan atau kiri memindah fokus ke item di toolbar Quick Launch dan system tray)
Logo Windows+TAB: memutar melalui tombol taskbar
Logo Windows+Break: kotak dialog System Properties
Tombol Application: menampilkan menu pintas item terpilih
TOMBOL MICROSFT dengan IntelliType yang terinstall
Logo Windows+L: keluar dari Windows
Logo Windows+P: memulai Print Manager
Logo Windows+C: membuka Control Panel
Logo Windows+V: memulai Clipboard
Logo Windows+K: membuka kotak dialog Keyboard Properties
Logo Windows+I: membuka kotak dialog Mouse Properties
Logo Windows+A: memulai Accessibility Options (jika terinstall)
Logo Windows+SPACEBAR: menampilkan daftar tombol pintas Microsoft IntelliType
Logo Windows+S: menjadikan CAPS LOCK on dan off
KOTAK DIALOG
TAB: berpindah ke kontrol selanjutnya pada kotak dialog
SHIFT+TAB: berpindah ke kontrol sebelumnya pada kotak dialog
SPACEBAR: Jika kontrol saat ini berupa tombol, ini mengklik tombol. Jika kontrol saat ini berupa check box, ini memilih check box. Jika kontrol saat ini berupa pilihan, ini memilih pilihan tersebut.
ENTER: sama dengan mengklik tombol terpilih (tombol dengan garis pinggir)
ESC: sama dengan mengklik tombol Cancel
ALT+huruf miring pada item kotak dialog: berpindah ke item sejenis
Dalam bahasa dan adat Jawa, terdapat sebutan-sebutan untuk menyatakan urutan silsilah dalam sebuah keluarga. Silsilah ini meliputi silsilah ke atas (leluhur) dan silsilah ke bawah (keturunan). Pada postingan kali ini, saya akan berbagi urutan dalam silsilah tersebut hingga 18 tingkat baik ke atas maupun ke bawah. Dan berikut selengkapnya.
Bahasa Inggris kini telah menjadi bagian dari hidup kita. Bahasa Inggris, yang dianggap sebagai "Bahasa Universal" dewasa ini, sudah menjamah hampir seluruh aspek dalam kehidupan kita. Hasilnya, kita dihadapkan dengan bahasa Inggris setiap harinya dalam berbagai hal dan kebutuhan, mulai dari teknologi, media, dan komunikasi hingga tuntutan akademi dan pengembangan diri. Namun, semua itu tidak menjamin bahwa bahasa Inggris yang digunakan dalam media dan lainnya benar, meningat banyak sekali ditemukan kesalahan tata bahasa bahkan pada bahan ajar sekolah sekalipun.
Ada dua penyebab utama yang menyebabkan hal ini bisa terjadi, yaitu 1) luputnya dari kegiatan koreksi atau editing dan 2) kurang cakapnya pengoreksi atau penulis atau penerjemah dalam bidang tersebut. Akan tetapi, berdasarkan hasil pengamatan pribadi, kesalahan tata bahasa (grammatical errors) tersebut lebih banyak, bahkan hampir semua, disebabkan oleh faktor kedua. Hal ini bisa dimaklumi karena grammar bukanlah bidang keahlian (field of expertise) semua orang, termasuk penerjemah.
Lalu apa konsekuensi dari timbulnya grammatical errors ini? Mari kita menengok kasus beberapa tahun silam Visit Indonesia 2008, yang mengusung slogan Celebrating 100 Years of Nation's Awakening. Slogan ini menuai kecaman dari sebagian kalangan sebab penggunaan kata nation tidak tepat karena mengakibatkan makna yang dihasilkan bergeser dari makna semestinya. Makna yang diinginkan semula ialah Kebangkitan Nasional (National Awakening), tetapi dengan Nation's Awakening, yang terjadi adalah kebangkitan (seluruh) bangsa (baca: rakyat) Indonesia dari tidur secara harfiah. Dan ini jelas sudah melenceng jauh dari harapan
Selain kasus ini, sebenarnya telah terjadi hal serupa beberapa tahun sebelumnya dengan slogan pariwisata tahun 1991, "Let's Go Indonesia". Slogan ini jika diterjemahkan berbunyi "Ayo, Indonesia!". Padahal arti seharusnya adalah "Mari kunjungi Indonesia". Penyebab dari perubahan makna yang demikian lebar ini sangat sepele, yaitu absennya preposisi (kata depan) to setelah kata go.
Dua kasus di atas dapat menggambarkan dampak yang ditimbulkan dari kesalahan grammar dalam tulisan meskipun tidak semua kekeliruan mempunyai derajat kefatalan yang sedemikian besar. Tapi bagaimana pun itu, grammatical errors tetap perlu diwaspadai dan diperhatikan dalam hubungannya dengan kejelasan, keterbacaan, dan ketaatasaan tulisan dengan kaidah bahasanya. Dan bahkan, lebih jauh lagi, keindahan dan kehalusannya. Sehingga tulisan yang dihasilkan tidak menimbulkan kebingungan bagi pembaca atau mengungkapkan makna yang berbeda.
Slogan pariwisata tadi hanyalah sebagian kecil dari contoh kesalahan gramatikal yang saya temukan tatkala membaca bacaan berbahasa Inggris. Masih banyak contoh lain yang dapat saya bagikan di sini, mulai dari abstrak skripsi, motivation letter (untuk keperluan studi ke luar negeri), website perusahaan, LKS sekolah, judul seminar, buku bacaan, hingga brosur hotel seperti di bawah ini.
Tentu, kekeliruan-kekeliruan tata bahasa seperti di atas sebaiknya dihindari agar maksud tersampaikan dengan baik sembari menjaga image perusahaan, organisasi, atau institusi dengan penggunaan bahasa yang baik dan benar. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini, saya menawarkan jasa pengoreksian grammar yang dapat membantu perusahaan, organisasi, institusi, instansi, ataupun pribadi untuk mencapai tujuan tersebut. Adapun jasa ini meliputi koreksi untuk:
• Grammatical structures (phrases, word order, etc.) Unit Layanan Bahasa Inggris Correct: English Service Unit Incorrect: Service English Unit • Tenses (active voice, passive voice, nominal sentences, etc.) Sampai mereka diterima oleh konsumen akhir Correct: until they received by the end customers Incorrect: until they are received by the end customers • Clauses and reduction (adjective, adverbial, noun clauses) PT. Astra Export Company yang memperoleh dukungan penuh dari Correct: PT. Astra Export Company which got full support from Incorrect: PT. Astra Export Company whom got fully support from • Punctuation (tanda baca) membuat baju Iron Man dan melakukan banyak ... Correct: creating Iron Man suits and doing a lot of ... Incorrect: creating Iron Man suits, and doing a lot of ... • Grammatical and lexical collocations (preposisi dan kata) Bagaimana dengan Finding Dory? Correct: How about going for Finding Dory? Incorrect: How about going to Finding Dory? Saya selalu mendapatkan nilai jelek saat matematika. Correct: I always get bad grades in math. Incorrect: I always get bad score in math. • Naturalization (penghalusan atau pewajaran) Berdasarkan hubungan dari sumur produksi dengan zona anomali amplitudo tinggi, ... sumur pengeboran ... Correct: Based on the correlation of the production well with the zones with high-amplitude anomaly, ... artesian well ... Incorrect: Based on correlation of production well with the zone of anomaly high amplitude, ... areas for drilling ...
Biaya: abstrak skripsi : 30rb/ hlmn jurnal internasional : 50rb/ hlmn motivation letter : 50rb/ hlmn reference letter : 50rb/ hlmn study plan : 50rb/ hlmn website perusahaan : 30rb/ hlmn brosur (hotel, dsb) : 30rb/ hlmn buku (sekolah, LKS, dsb): 20rb/ hlmn judul (seminar, dsb) : 100rb/ judul slogan, tagline, motto: 100rb/ item dll. : 10-50rb/ hlmn (tergantung jenis teks dan tingkat kesulitan) Format naskah jadi: Ukuran kertas : A4 Margin : 2,5 cm (semua sisi) Huruf : Arial Ukuran huruf : 12 pt
Have you already seen 'American Sniper'? If not yet, be ready for being given a turn by Bradley Cooper's catalysmic look in there!
Without seeing the movie poster, no one will notice the actor playing Chris Kyle at his once-over in the Clint Eastwood-directed film. The biograpical war drama film centers around the life history of a U.S. Navy SEAL sniper Chris Kyle, who, according to the book ‘American Sniper: The Autobiography of the Most Lethal Sniper in U.S. Military History’, turns into the deadliest marksman in U.S. military history with officially confirmed 160 out of 225 kills in four tours in Iraq.
American sniper Chris Kyle
Bradley Cooper was casted to depict the personage in great detail, including in the personal appearance. As we know, it's a very usual thing in filming. And for sure, it does not matter to best-known Hollywood to make a marked change of someone for role.
Like any other professional actors and actresses of Hollywood or elsewhere, Bradley Cooper had to undergo a change in order to look the same as the one he would portray. Since an army is identical to burly muscled body and Chris Kyle was, he was to gain 40 pounds to prepare for sniper Chris Kyle role. To have it, the 40-years-old told fitness magazine Men’s Health that he, under the guidance of trainer Jason Walsh, did workouts and the consuming of a whopping force-fed 6,000 calories a day. “If it's pizza and cake, that's one thing. Putting 6,000 calories a day in your body gets old quick,” Cooper said.
After taking those with the help of Plazma intake, Cooper got to bulk up his body and we can see his total physical transformation on chest, arms, neck, and even face. Accordingly, the newly beefy, bearded Bradley was almost unrecognizable.
The close looks of buffed-up Bradley Cooper, leaving Tom Ford store in Beverly Hills
Bradley Cooper before and after American Sniper
The Oscar-nominated actor put forth an all-out effort for late Navy SEAL Chris Kyle on the ground that he would like to show some respect to him. Bradley’s friend and co-star in the film, Eric Close, told E! News, “He put on like 40 pounds. He’s really been working hard. He looks great. He’s really taken on this character. He really takes this story personally and wants to do an honorable job for Chris’ memory and for his family.”
Facial comparison between Chris Kyle and Bradley Cooper
However, because of the acting for the real-life adaptation film being over and the next play to The Elephant Man, Cooper needs to come back to normal at his regular 185 lbs. But he felt merry while playing the figure and enjoyed the temporary body change. "I knew this was going to be the way in to playing Chris, and it felt amazing. It’s also nice to know it’s possible to do it naturally, in that amount of time," said Cooper to Men’s Health.
Compared to the other films in which Cooper has played, e.g. American Hustle, Guardians of the Galaxy, Silver Linings Playbook, Limitless, etc., It has been said that American Sniper shows off the most remarkable change of him.
In addition to the 2014 Chris Kyle-inspired drama film, Bradley Cooper played with Sienna Miller as his wife Taya as well as with Luke Grimes, Kyle Gallner, Sam Jaeger, Jake McDorman, and Cory Hardrict in supporting roles.
American Sniper on its worldwide debut release only from January 16 through 19 earned an enormous amount of $110 million. As of May 3, 2015, it grossed $542,2 million against a $58 million budget, making it the highest-grossing war film of all time (breaking Private Saving Ryan's record). Besides, it has accepted and won various awards and nominations, including for Best Picture, Best Actor, Best Director, and Best Sound Mixing.
Temen-temen, saya mau share cerita. Mungkin ada yang sudah tahu, dan mungkin juga ada yang belum. Dan mungkin juga pernah mengalami hal serupa dengan saya. Ini saya alami di daerah Semarang, khususnya Semarang timur. Kalau dirasa ini bermanfaat, silahkan di share.
Kronologi:
Beberapa waktu lalu, saya pulang privat dari arah RSDU Ketileng. Di tengah jalan, mendekati SPBU Ketileng (pertigaan Ketileng-Kedungmundu-Pedurungan), ada orang dari belakang memepet saya. Awalnya, saya tidak terlalu menghiraukannya. Namun kemudian, orang tersebut menanyai saya sambil menaiki motornya. Dia menanyai saya dari mana, mau kemana, rumahnya mana, dsb. Saya jawab seperti yang seharusnya. Kemudian, Mas tersebut cerita bahwa dia dari Ungaran mau ke Sayung, namun dia kehabisan bensin dan uangnya hilang di jalan. Katanya, uangnya sudah tidak ada di sakunya. Dia minta bantuan kepada saya Rp 5.000,- atau seiklasnya. Saya pun merasa kasihan dengan mas tersebut dan memberinya saat lampu merah di pertigaan Ketileng. Tak ada rasa curiga waktu itu.
Dan kemarin, alangkah terkejutnya saya, orang itu meminta bantuan saya kembali dengan modus yang sama di pertigaan Pedurungan arah Genuk (Jl. Soekarno Hatta) ketika lampu merah. Mungkin dia sudah tidak mengenali saya karena saking banyaknya korban, di samping saya menutup kaca helm saya.
Dari yang saya amati, orang tersebut miliki ciri-ciri sebagai berikut.
1. Wilayah operasi
Sepanjang jalan Ketileng ke utara (Jl. Fatmawati dan Jl. Woltermonginsidi) dan mungkin bisa lebih luas.
2. Motor
Motor yang dipakai sama di kedua waktu tersebut: Honda Blade Repsol, dengan banyak stiker yang sudah kabur.
3. Pakaian
Pakaian yang dikenakan sama selama dua kali bertemu dengannya: jaket dan celana Jeans.
Jika temen-temen ketemu orang ini di jalan dan dimintai bantuan, silahkan hiraukan saja!
Mungkin sebagian dari kalian pernah mengalami hal ini dan dibuat frustasi olehnya. Saya pun demikian. Setelah menginstall sebuah aplikasi freeware besutan ebtasoft, yang dalam hal ini Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) offline 1.5.1 (.exe), saya mengalami masalah dengan aplikasi tersebut.
Awalnya, aplikasi ini berjalan lancar seperti biasa. Namun membuka aplikasi ini untuk kedua kalinya usai penginstallan membuat saya bertanya-tanya apa gerangan yang terjadi. Pasalnya, ketika aplikasi ini dibuka, ia tak mau tampil di layar desktop meskipun ikon pada taskbar menunjukkan aplikasi tersebut sedang berjalan (running).
Saya pun mencoba mencari solusinya. Pertama, mencopot (uninstall) dan memasang (install) nya kembali. Akan tetapi, masalah yang sama datang lagi. Waktu itu, saya berasumsi mungkin ada kesalahan sewaktu mendownload installer tersebut. Wal hasil, saya mendownload ulang file sebesar 3,5 MB itu dan memasangnya untuk ketiga kalinya, tentunya setelah me-remove yang sebelumnya terlebih dahulu.
Dan...? Cara ini rupanya tak mempan juga. Aplikasi ringan ini masih saja 'ngeyel' tak mau tampil di layar monitor. Tapi, saya belum menyerah! 'Downgrade' adalah opsi ketiga yang saya miliki. Mungkin dengan menurunkan versinya ke 1.5 atau 1.4 akan mengatasi bug tersebut.
Saya kemudian mencoba satu per satu, dan IT STILL DID NOT WORK! AT ALL! Saya benar-benar harus memegang kepala ini.
Saya sempat berpikir apakah ada kesalahan dengan pengaturan administrator maupun sistem di komputer pribadi ini. Jika harus masuk ke bagian administator atau sistem, bukankah itu terlalu berlebihan? Karena hanya pada aplikasi ini, terjadi error yang tidak biasa.
Pada akhirnya, saya harus kembali bertanya kepada Google untuk mengatasi hal semacam ini. Walau sebetulnya saya telah melakukannya sebelumnya dan gave up lantaran tak ada hasil yang relevan. Tetapi setelah 'muter-muter' beberapa waktu lamanya dengan mengubah keywords, saya menemukan jawaban atas pencarian ini dalam versi bahasa Inggris. Dan berikut langkah-langkahnya:
Buka hingga dua aplikasi terbuka
Arahkan mouse pada ikon aplikasi di taksbar sehingga tampak 2 jendela (thumbnail previews)
Pada jendela sebelah kanan, klik kanan hingga muncul opsi "Restore, Move, Size, Minimize, Maximiza, Close"
Pilih Maximize
Selamat! Kini tampilan aplikasi memenuhi layar dan siap digunakan.