Showing posts with label Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemahan. Show all posts
Showing posts with label Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemahan. Show all posts

Monday, November 28, 2016

Srinagar was under the spell of a winter (translation)


Srinagar was under the spell of a winter

Early in 19-, when Srinagar was under the spell of a winter so fierce it could crack men’s bones as if they were glass, a young man upon whose cold-pinked skin there lay, like a frost, the unmistakable sheen of wealth was to be seen entering the most wretched and disreputable part of the city, where the houses of wood and corrugated iron seemed perpetually on the verge of losing their balance, and asking in low, grave tones where he might go to engage the services of a dependably professional thief. The young man’s name was Atta, and the rogues in that part of town directed him gleefully into even-darker and less public alleys, until in a yard wet with the blood of a slaughtered chicken he was set upon by two men whose faces he never saw, robbed of the substantial bank-roll which he had insanely brought on his solitary excursion, and beaten within an inch of his life.

Pada awal tahun 19-, ketika kota Srinagar dicengkeram musim dingin hebat yang mampu menggemeretakkan tulang manusia andai terbuat dari kaca, seorang lelaki berkulit merah muda pucat seperti es, yang kelihatan jelas dari orang berada, terlihat memasuki bagian kota yang paling menyedihkan dan memprihatinkan, di mana rumah-rumah dari kayu dan seng senantiasa tampak hampir tak karuan. Kemudian, dengan suara pelan dia bertanya dengan jelas, di mana ia bisa menyewa seorang bajingan profesional yang bisa diandalkan. Nama laki-laki muda itu adalah Atta. Lalu, bandit-bandit di tempat itu mengajaknya dengan gembira menyusuri lorong-lorong sepi nan gelap. Sampai di suatu pekarangan yang basah oleh darah penyembelihan ayam, dia dihajar oleh dua orang yang wajahnya tidak pernah ia lihat, dirampok uangnya yang berjumlah besar yang ia bawa serta dengan nekat dalam perjalanan seorang diri tersebut, dan dipukuli hingga ajal nyaris menghampiri.



Petikan novel ini ("East, West" karya Salman Rushdie) diterjemahkan untuk memenuhi tugas mata kuliah Penyuntingan Teks Terjemahan, jurusan Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemahan, Universitas Terbuka.

Monday, June 13, 2016

Neraca Perdagangan Masih Defisit US$ 327,4 Juta (translation)


Neraca Perdagangan Masih Defisit US$ 327,4 Juta
Trade balance still suffers a USD 327.4 million deficit 
Kinerja perdagangan Indonesia pada kuartal pertama belum memperlihatkan pemulihan secara signifikan. Badan Pusat Statistik mencatat, pada Februari 2013, neraca perdagangan Indonesia masih defisit US$ 327,4 juta. "Secara kumulatif, Januari-Februari 2013 defisit US$ 402,1 juta. Defisit disebabkan impor migas yang cukup tinggi," kata Kepala BPS, Suryamin, dalam konferensi pers di kantor BPS, Senin, 1 April 2013.
Indonesia’s trade performance in the first quarter has yet to show a significant recovery.  Central Statistics Agency (BPS) data revealed in February 2013 that Indonesia’s balance of trade still suffered a deficit of USD 327.4 million. “Cumulatively, the deficit from January to February 2013 reached  USD 402.1 million. It was caused by the steep rise of oil and natural gas imports,” BPS head, Suryamin spoke at a press conference in the BPS office on Monday, April 1, 2013.
Data BPS menyebutkan, total ekspor migas pada Februari 2013 sebesar US$ 2,539 miliar, sedangkan impornya mencapai US$ 3,645 miliar. Dengan demikian, selisih defisitnya US$ 1,105 miliar. Lebih terperinci, total ekspor minyak mentah pada Februari 2013 hanya US$ 814 juta, sedangkan impornya US$ 826 juta. (http://www.tempo.co)
The BPS data recorded that the total of oil and natural gas exports in February 2013 amounted to USD 2,539 billion, while the import stood at USD 3,645 billion. Thus, there was a USD 1,105 billion deficit. In more detail, the total crude oil exports in February 2013 grasped only USD 814 million, while the imports laid at USD 826 million. 



Terjemahan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Translation 2, jurusan Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemahan, Universitas Terbuka.

Baca juga:

Earthquake (translation)


Earthquake 
The situation is dramatically different now. Perhaps the first modern observational advance followed the 1971 San Fernando, California, earthquake (magnitude 6.5). Hundreds of records of the strong motion of the ground became available—notably the peak horizontal ground acceleration of 1.2 g recorded on the abutment of the Pacoima Dam. These records raised questions on the significance of topographic amplification (see Spudich et al. 1996 for a later case history of this effect). In 1999, an even larger set of recordings was obtained in the Chi-Chi earthquake in Taiwan (magnitude 7.6). This earthquake source had an extraordinary surface fault displacement and over 400 free-field measurements of ground accelerations and ground velocity were made.
Sekarang, situasi tersebut berubah drastis. Kemajuan observasi modern pertama boleh jadi menyusuli gempa bumi San Fernando, California pada tahun 1971 (6,5 magnitude). Ini ditandai dengan tersedianya ratusan rekaman gempa dahsyat itu, khususnya yang terjadi di dasar bendungan Pacoima dengan percepatan tanah horizontal maksimum (horizontal PGA) sebesar 1,2 g. Rekaman ini mengundang pertanyaan akan pentingnya penjelasan topografis lanjutan (lihat Spudich, dkk. 1996 untuk riwayat kasus berikutnya akan dampak ini). Pada 1999, rekaman yang lebih banyak lagi diperoleh dari gempa bumi di Chi-Chi, Taiwan (7,6 magnitude). Gempa ini bersumber dari pergeseran patahan tanah yang luar biasa, dimana lebih dari 400 pengukuran bebas bidang yang meliputi percepatan dan kecepatan tanah dilakukan.  



Terjemahan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Translation 2, jurusan Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemahan, Universitas Terbuka.

Baca juga:


    Not yet the new Germany (translation)


    Not yet the new Germany
    Belumlah menjadi Jerman baru 
    IS SPAIN the next Germany? It may not feel like that to the 26% of Spaniards who are unemployed. GDP shrank by 0.8% in the fourth quarter of 2012. Yet in some ways, Spain resembles the Germany of a decade ago, when Gerhard Schröder brought in reforms to turn the sick man of Europe into its strongest economy. The efforts by Mariano Rajoy’s government to loosen labour laws and cut public spending are aimed at a German-style miracle.
    Apakah Spanyol adalah Jerman selanjutnya? Mungkin hal ini tidak dirasakan oleh 26% penduduk Spanyol yang berstatus penggangguran. PDB (lapangan usaha) menyusut hingga 0,8% pada kuartal keempat tahun 2012. Namun, dalam beberapa sisi, Spanyol meniru Jerman dasawarsa lalu, ketika Gerhard Schröder membawa pembaharuan yang mengubah rakyat Eropa yang pesakitan menjadi terkuat dalam perekonomian. Upaya pemerintahan Mariano Rajoy untuk melonggarkan UU ketenagakerjaan dan memotong belanja negara dimaksudkan sebagai gebrakan gaya Jerman.

    Mr Rajoy claims that his government will lead the economy out of recession. There are early, if shaky, signs of progress. 
    Pak Rajoy mengklaim bahwasanya pemerintahannya akan mengeluarkan perekonomian dari keterpurukan. Kemudian, tampaklah awal, jika gemetar, tanda-tanda kemajuan. 



    Terjemahan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Translation 2, jurusan Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemahan, Universitas Terbuka.

    Baca juga:

    Sabah conflict complicates matters for Najib, says report (translation)


    Sabah conflict complicates matters for Najib, says report
    Konflik Sabah memperumit tugas Najib, kabarnya  
    The conflict in Sabah between the followers of the Sultanate of Sulu and Malaysian forces may affect the popularity of Prime Minister Najib Abdul Razak and the upcoming general election in Malaysia, Bank of America Merrill Lynch (BofAML) said.
    Konflik di Sabah antara pengikut Kesultanan Sulu dan tentara Malaysia bisa mempengaruhi popularitas PM Najib Abdul Razak dan pemilu mendatang di Malaysia, kata Bank America Merrill Lynch (BofAML).

    In its latest research note, dated March 7, BofAML said surveys conducted in January to February showed that Najib's popularity dropped, driven by a decline in sentiment of Malay voters, while "dissatisfaction" with BN and the government rose.

    Berdasarkan hasil penyelidikan terakhir, tanggal 7 Maret, BofAML mengatakan, survei yang dilakukan selama Januari hingga Februari menunjukkan bahwa popularitas Najib telah jatuh, disebabkan oleh menurunnya sentimen para pemilih di Malaysia serta meningkatnya ketidakpuasan terhadap BN (partai Barisan Nasional) dan pemerintah. 

    "The ongoing Sabah (Lahad Datu) insurgency may also be complicating matters for PM Najib. Sabah is one of the strongholds of BN. Sabah and Sarawak contributed one-third of BN's parliamentary seats in the 12th general elections," the bank said.[…] 

    Pemberontakan Sabah (Lahad Datu) yang masih berlanjut dapat pula memperumit tugas PM Najib. Sabah adalah salah satu kubu BN. Sabah dan Serawak telah menyumbang sepertiga kursi parlemen BN pada pemilu kedua belas.
    (http://www.barubian.net)



    Terjemahan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Translation 2, jurusan Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemahan, Universitas Terbuka.       

    Baca juga: